Antara Saya, Allam, dan Menggambar
Episode 03
Bismillah...
Alhamdulillah, masih bisa nulis nyampe episode ini, namun seringkali bingung untuk nentuin bahasan di tiap episodenya, bukan karena bahasannya yang gak ada, tapi bahasan mana yang akan di publish terlebih dulu. Semoga bahasan manapun yang di publish duluan tetep selalu bermanfaat bagi kita semua yaa, sesuai dengan alasan kenapa blog ini dibuat. Sebelum saya mulai, mari kita support saudara2 kita yang ada di Lombok sana, entah dengan sedikit materi yang kita punya ataupun dengan do'a, mudah2an mereka dikasih kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi bencana gempa yang terjadi.
Oke bro2, eh kok bro2? temen2 maksud saya 😁, kali ini saya akan membahas mengenai pengalaman saya sendiri, yaitu tentang menggambar. Sebagai seorang Muslim tentu ketika kita akan melakukan sesuatu hal harusnya kita tengok dulu hukumnya dalam Islam, apakah selaras ataukah bertentangan, seperti halnya dalam menggambar. Dalam Islam ada larangan terkait menggambar mahluk bernyawa/hidup (manusia dan hewan), dulu temen2 saya pun pernah nanya, "Emang boleh jen ngegambar mahluk bernyawa? katanya kalau ngegambar mahluk bernyawa, nanti di akhirat kita disuruh untuk ngasih ruh ke gambar yang kita bikin, padahal kita gak bisa ngelakuinnya." Saya yang waktu itu emang suka ngegambar, langsung nanya balik "Kamera mana, kamera mana?" (mau lambaikan tangan aja tanda nyerah haha).
Berbicara soal menggambar, saya adalah salah satu diantara temen2 SD saya yang bisa gambar. Menggambar merupakan bakat saya sejak lahir, karena saya gak pernah les private untuk ngegambar supaya bisa, dan sepertinya kemampuan saya ini turunan dari babeh saya. Babeh saya jago dalam ngegambar, bikin lukisan, bikin patung, dan segala hal yang menyangkut tentang seni, kecuali seni musik hehe. Dari situlah saya sering corat-coret diatas kertas, gak keitung berapa gambar yang udah saya bikin, mulai dari gambar tokoh kartun, karakter superhero, sampe wajah temen sendiri pun pernah saya gambar.
Pada awal2 masuk kuliah, akhirnya saya baca tentang hukum menggambar mahluk bernyawa. Ternyata, dari pengalaman saya membaca terkait bab ini, kebanyakan para ulama (tiga dari empat madzhab) mengharamkan secara mutlaq tentang menggambar mahluk bernyawa, sementara madzhab Maliki menganggap makruh terhadap hal ini. Adapun menggambar mahluk bernyawa hanya badannya saja tanpa kepala atau sebaliknya, ada perbedaan diantara keempat madzhab ini. Untuk lebih jelas, saya mau ngasih beberapa link, dimana isi dari link dibawah ini adalah artikel yang menjelaskan seluk beluk hukum menggambar. Supaya lebih jelas silahkan di kunjungi dan di pahami baik2 (jangan lupa scroll sampe bawah, biasanya kolom komentarnya menarik, dan mungkin mewakili pertanyaan temen2 terkait bab ini), link nya sebagai berikut:
Setelah saya mengetahui hukum tentang menggambar mahluk bernyawa itu gak boleh, saya ngedumel "Kok gini sih Yaa Allah, rasanya gak adil" hehe. Sempet saya nyengajain nyari dalil2 yang ngedukung buat ngegambar mahluk bernyawa, karena ngerasa gak rela kalo harus berpisah dengan hobi saya pada waktu itu. Seiring berjalannya waktu, akhirnya saya tetep ngegambar mahluk bernyawa dengan niat bahwa apa yang saya gambar haruslah bermanfaat bagi orang lain, dan setiap apa yang saya gambar haruslah menambah rasa syukur saya kepada Sang Khaliq, bukan ngegambar untuk iseng atau untuk kesenangan semata. Mungkin bagi yang gak suka ngegambar it's no big deal lah ya, tapi bagi yang suka ngegambar, kasus ini merupakan hal yang bikin galau, seriusan deh.
Kegalauan ini pun dirasakan juga oleh komikus The Muslim Show, BTW tahu The Muslim Show gak temen2? Mungkin pernah denger, atau barangkali pernah baca juga komiknya namun gak ngeh kalo komik itu merupakan komik dari The Muslim Show?
Sampai kemudian, berkat saran dari beberapa orang sahabatnya dan mungkin disertai dengan dorongan hatinya sendiri, Allam gak mau ngegambar lagi manusia secara detail, karena adanya larangan dalam agama Islam yang berkaitan dengan aktivitasnya membuat komik. Pada akhirnya, karena mungkin Allam gak bisa ninggalin profesinya sebagai komikus, sejak bulan Oktober 2015 setiap gambarnya berubah menjadi siluet hitam, dengan niat supaya tidak terlalu mirip seperti manusia asli.
Adanya perubahan tersebut, membuat sebagian fans komik seri ini merasa kecewa, karena isi komiknya hanya gambar manusia yang berupa siluet saja, tidak seperti komik pada umumnya yang memiliki wajah seperti manusia. Sebagian lainnya merasa senang, karena dengan adanya saran dari sahabatnya kepada Allam, tidak lantas membuat Allam berhenti berkarya lewat komik, tapi Allam berusaha ngegambar manusia supaya tidak mirip seperti aslinya, yaitu dengan menggunakan teknik siluet, seperti gambar komik dibawah ini:
Dalam satu pernyataan terbuka kepada publik (pernyataannya berbahasa prancis, tapi saya ringkas dan translate di blog ini), dia mengaku telah menyesali karya2nya yang telah lampau dan bersyukur bahwa Allah telah membuat dia menyesal atas karya2nya yang dulu.
“Assalamu'alaykum. Saya, Noredine Allam, pengarang seri Muslim Show dan direktur Editions du BDouin, menyatakan kepada publik penyesalan saya kepada Allah (Yang Maha Pengasih dan Penyayang) atas segala kesalahan yang telah saya lakukan pada karya2 awal saya. Alhamdulillah, Allah mengizinkan saya untuk bertemu dengan para sahabat yang berkualitas untuk memberi nasehat kepada saya (secara khusus) tentang karya2 saya, mereka berhasil menyadarkan saya tentang kekeliruan karya2 saya dan bahaya yang akan saya hadapi ketika saya melanjutkan jalan ini (merepresentasikan gambar secara realis dan sangat hidup). Kesadaran inilah yang membuat saya (pada Oktober 2015) merubah gaya gambar saya, menjadi hanya siluet hitam, atau objek animasi (misal: Sebuah mobil dengan mata)”.
Hingga saat ini, bagi Muslim yang meyakini kalo ngegambar mahluk bernyawa itu gak boleh, pasti ada yang tetep kontra terhadap pilihan Allam, walaupun ada perubahan dari gambar manusia yang detail, hingga akhirnya cuma gambar siluet manusia saja. Mungkin juga dari pihak yang kontra ini bertanya "Kenapa gak berhenti aja sih ngegambar?", gak semudah itu untuk berhenti dari suatu hal yang kita favoritkan temen2, apalagi dalam kasus ini gambar sudah menjadi profesi bagi Allam. Saya pribadi sih suka seri komiknya The Muslim Show, seperti saya bilang diatas bahwa kadang komiknya sering "nampar" diri sendiri hehe. Do'akan aja yang terbaik ya buat dia.
Sebagai manusia, pasti ngerasa bahwa ini tetep gak adil, karena dalam kasus ini kita dikasih bakat/kelebihan sama Allah buat ngegambar, tapi gak dibolehin. Pernah kepikir gak kenapa Allah nyiptain babi? babi kan haram bagi umat Islam, kok Allah masih nyiptain? kenapa gak usah diciptain aja sekalian?, Allah nyiptain sesuatu pasti ada alasan dibaliknya. Allah nyiptain babi adalah sebagai ujian bagi kita, Allah cuma pengen ngetes kita aja. Coba kalau Allah nyuruh gak boleh makan babi, tapi babinya gak ada di muka bumi ini? itu bukan ujian kayaknya hehe. Sama halnya dengan kasus ini, mungkin aja nih ya kelebihan ngegambar yang Allah kasih ke kita itu sebagai ujian aja sebenernya (Berlaku untuk kelebihan lain juga yang rada bertentangan dengan hukumnya dalam Islam).
Pada akhirnya, kalau ada yang nanya ke saya saat ini, "Jen, mau ngegambar mahluk bernyawa lagi gak?" Saya jawab "Mau", selama gambar itu emang dikhususkan untuk pembelajaran anak kecil (sekolah) dan juga saya akan ngegambar mahluk bernyawa kalau sedang dalam kondisi urgent (untuk ngasih maslahat dibanding mudarat yang ada). Selain karena hal tersebut, saya mau ngurangin dan mau ngejauhin dari aktivitas menggambar mahluk bernyawa. Ini merupakan pandangan pribadi, tapi ujungnya saya balikin ke pribadi temen2 yang baca, karena cara orang menanggapi suatu hal pasti berbeda2 sesuai dengan kondisinya, termasuk saya dan Allam.
Bagi temen2 yang sudah baca aturan dalam Islam tentang bab menggambar atau sudah nonton beberapa ustaz di youtube tentang pandangannya terhadap hukum ngegambar mahluk bernyawa, saya harap jangan terlalu dijadikan perdebatan bagi mereka yang masih suka ngegambar mahluk bernyawa, cukup kasih tahu aja tentang hukum ngegambar mahluk bernyawa itu seperti apa. Bagi yang masih sekolah dan sedang baca blog ini, kalo ada tugas seni rupa (ngegambar/ngelukis mahluk bernyawa) kerjain aja ya, jangan sampai gara2 baca episode ini, saya dimarahin sama orangtua kalian, hehe.
Wallahu A'lam Bisshawab...
Oke bro2, eh kok bro2? temen2 maksud saya 😁, kali ini saya akan membahas mengenai pengalaman saya sendiri, yaitu tentang menggambar. Sebagai seorang Muslim tentu ketika kita akan melakukan sesuatu hal harusnya kita tengok dulu hukumnya dalam Islam, apakah selaras ataukah bertentangan, seperti halnya dalam menggambar. Dalam Islam ada larangan terkait menggambar mahluk bernyawa/hidup (manusia dan hewan), dulu temen2 saya pun pernah nanya, "Emang boleh jen ngegambar mahluk bernyawa? katanya kalau ngegambar mahluk bernyawa, nanti di akhirat kita disuruh untuk ngasih ruh ke gambar yang kita bikin, padahal kita gak bisa ngelakuinnya." Saya yang waktu itu emang suka ngegambar, langsung nanya balik "Kamera mana, kamera mana?" (mau lambaikan tangan aja tanda nyerah haha).
Berbicara soal menggambar, saya adalah salah satu diantara temen2 SD saya yang bisa gambar. Menggambar merupakan bakat saya sejak lahir, karena saya gak pernah les private untuk ngegambar supaya bisa, dan sepertinya kemampuan saya ini turunan dari babeh saya. Babeh saya jago dalam ngegambar, bikin lukisan, bikin patung, dan segala hal yang menyangkut tentang seni, kecuali seni musik hehe. Dari situlah saya sering corat-coret diatas kertas, gak keitung berapa gambar yang udah saya bikin, mulai dari gambar tokoh kartun, karakter superhero, sampe wajah temen sendiri pun pernah saya gambar.
Pada awal2 masuk kuliah, akhirnya saya baca tentang hukum menggambar mahluk bernyawa. Ternyata, dari pengalaman saya membaca terkait bab ini, kebanyakan para ulama (tiga dari empat madzhab) mengharamkan secara mutlaq tentang menggambar mahluk bernyawa, sementara madzhab Maliki menganggap makruh terhadap hal ini. Adapun menggambar mahluk bernyawa hanya badannya saja tanpa kepala atau sebaliknya, ada perbedaan diantara keempat madzhab ini. Untuk lebih jelas, saya mau ngasih beberapa link, dimana isi dari link dibawah ini adalah artikel yang menjelaskan seluk beluk hukum menggambar. Supaya lebih jelas silahkan di kunjungi dan di pahami baik2 (jangan lupa scroll sampe bawah, biasanya kolom komentarnya menarik, dan mungkin mewakili pertanyaan temen2 terkait bab ini), link nya sebagai berikut:
- Hukum Menggambar Mahluk Bernyawa
- Apakah Membuat Komik Haram?
- 17 Hukum Menggambar Mahluk Hidup Dalam Islam
- Hukum Gambar Dalam Islam
- Hukum Menggambar dalam Islam
Beberapa link tersebut kurang lebih ngejelasin tentang hukum gambar dari A sampai Z. Biasanya bahasan tentang menggambar ini erat kaitannya sama hukum melukis, hukum membuat patung dan hukum gambar dari hasil memoto/memotret. Jika merasa kurang paham, silahkan cari referensi lain tentang hukum menggambar dalam Islam. Silahkan juga lihat tausyiah2 beberapa ustaz tentang hukum gambar, tapi saya harapkan jangan hanya dari satu ustaz.
Setelah saya mengetahui hukum tentang menggambar mahluk bernyawa itu gak boleh, saya ngedumel "Kok gini sih Yaa Allah, rasanya gak adil" hehe. Sempet saya nyengajain nyari dalil2 yang ngedukung buat ngegambar mahluk bernyawa, karena ngerasa gak rela kalo harus berpisah dengan hobi saya pada waktu itu. Seiring berjalannya waktu, akhirnya saya tetep ngegambar mahluk bernyawa dengan niat bahwa apa yang saya gambar haruslah bermanfaat bagi orang lain, dan setiap apa yang saya gambar haruslah menambah rasa syukur saya kepada Sang Khaliq, bukan ngegambar untuk iseng atau untuk kesenangan semata. Mungkin bagi yang gak suka ngegambar it's no big deal lah ya, tapi bagi yang suka ngegambar, kasus ini merupakan hal yang bikin galau, seriusan deh.
Kegalauan ini pun dirasakan juga oleh komikus The Muslim Show, BTW tahu The Muslim Show gak temen2? Mungkin pernah denger, atau barangkali pernah baca juga komiknya namun gak ngeh kalo komik itu merupakan komik dari The Muslim Show?
The Muslim Show adalah serial komik yang diproduksi oleh BDouin Studios (penerbit pertama buku komik Islam di Eropa) dari Prancis, komik ini dibikin oleh Noredine Allam, Greg Blondin dan beberapa orang temennya. Tema dari komik ini nyeritain candaan serta tingkah laku sehari2 seorang Muslim yang bisa bikin kita "tertampar" ketika membacanya. Awalnya komiknya dirilis di blog, sampai suatu waktu komiknya banyak yang suka, dan dibikinlah volume pertama komik aslinya tahun 2010, hingga The Muslim Show ini menjadi salah satu komik tentang Islam (dakwah) yang laku di beberapa negara eropa, termasuk di asia sendiri yaitu Indonesia. Penerbit Mizan pun pernah ngundang The Muslim Show ke Indonesia pada bulan maret 2014 di ajang Islamic Book Fair Jakarta, alhasil The Muslim Show bikin komik 2 jilid versi bahasa indonesia sejak saat itu.
Beberapa fans dari Indonesia yang suka sama seri komik The Muslim Show pun berinisiasi bikin komunitas, dan salah satu kegiatannya adalah men-translate komik yang berbahasa prancis atau inggris kedalam bahasa indonesia, mungkin supaya lebih "ngena" ya bagi orang Indonesia. Bagi yang mau lihat beberapa hasil karya yang berbahasa indonesia bisa dilihat di Facebook The Muslim Show Indonesia atau yang asli dikelola oleh team The Muslim Show di Facebook The Muslim Show. Bagi yang sudah fasih berbahasa prancis, bisa juga lihat langsung di Website BDouin, disana lebih lengkap tentang komik, artikel2, serta project terbaru dari BDouin Studios.
Itu dia sekelumit bahasan tentang The Muslim Show, sekarang kita fokus ke salah satu komikus yang ada dibalik kesuksesan The Muslim Show, yaitu Allam (awas, bukan Alam Mbah Dukun yaa haha. Namanya Noredine Allam, cuma saya panggil Allam). Allam merupakan komikus Muslim Prancis yang kurang lebih backgroundnya sama seperti saya yaitu suka ngegambar. Sebagai seorang komikus Muslim, Allam tahu akan hukum menggambar mahluk bernyawa dalam Islam, namun Allam tidak terlalu menghiraukannya karena merasa bahwa apa yang sedang dia lakukan adalah untuk melakukan kebaikan, yaitu mengingatkan Muslim lainnya untuk hidup sesuai dengan ajaran Islam lewat komik. Nah, Awalnya Allam itu bikin komik Muslim Show seperti komik pada umumnya, yaitu gambar manusia disertai dengan detail layaknya manusia (punya wajah lengkap), seperti gambar komik dibawah ini:
Beberapa fans dari Indonesia yang suka sama seri komik The Muslim Show pun berinisiasi bikin komunitas, dan salah satu kegiatannya adalah men-translate komik yang berbahasa prancis atau inggris kedalam bahasa indonesia, mungkin supaya lebih "ngena" ya bagi orang Indonesia. Bagi yang mau lihat beberapa hasil karya yang berbahasa indonesia bisa dilihat di Facebook The Muslim Show Indonesia atau yang asli dikelola oleh team The Muslim Show di Facebook The Muslim Show. Bagi yang sudah fasih berbahasa prancis, bisa juga lihat langsung di Website BDouin, disana lebih lengkap tentang komik, artikel2, serta project terbaru dari BDouin Studios.
Itu dia sekelumit bahasan tentang The Muslim Show, sekarang kita fokus ke salah satu komikus yang ada dibalik kesuksesan The Muslim Show, yaitu Allam (awas, bukan Alam Mbah Dukun yaa haha. Namanya Noredine Allam, cuma saya panggil Allam). Allam merupakan komikus Muslim Prancis yang kurang lebih backgroundnya sama seperti saya yaitu suka ngegambar. Sebagai seorang komikus Muslim, Allam tahu akan hukum menggambar mahluk bernyawa dalam Islam, namun Allam tidak terlalu menghiraukannya karena merasa bahwa apa yang sedang dia lakukan adalah untuk melakukan kebaikan, yaitu mengingatkan Muslim lainnya untuk hidup sesuai dengan ajaran Islam lewat komik. Nah, Awalnya Allam itu bikin komik Muslim Show seperti komik pada umumnya, yaitu gambar manusia disertai dengan detail layaknya manusia (punya wajah lengkap), seperti gambar komik dibawah ini:
Sampai kemudian, berkat saran dari beberapa orang sahabatnya dan mungkin disertai dengan dorongan hatinya sendiri, Allam gak mau ngegambar lagi manusia secara detail, karena adanya larangan dalam agama Islam yang berkaitan dengan aktivitasnya membuat komik. Pada akhirnya, karena mungkin Allam gak bisa ninggalin profesinya sebagai komikus, sejak bulan Oktober 2015 setiap gambarnya berubah menjadi siluet hitam, dengan niat supaya tidak terlalu mirip seperti manusia asli.
Adanya perubahan tersebut, membuat sebagian fans komik seri ini merasa kecewa, karena isi komiknya hanya gambar manusia yang berupa siluet saja, tidak seperti komik pada umumnya yang memiliki wajah seperti manusia. Sebagian lainnya merasa senang, karena dengan adanya saran dari sahabatnya kepada Allam, tidak lantas membuat Allam berhenti berkarya lewat komik, tapi Allam berusaha ngegambar manusia supaya tidak mirip seperti aslinya, yaitu dengan menggunakan teknik siluet, seperti gambar komik dibawah ini:
Dalam satu pernyataan terbuka kepada publik (pernyataannya berbahasa prancis, tapi saya ringkas dan translate di blog ini), dia mengaku telah menyesali karya2nya yang telah lampau dan bersyukur bahwa Allah telah membuat dia menyesal atas karya2nya yang dulu.
Assalam 'alaykum,I, Norédine Allam, author of the series Muslim Show, and director of Editions du BDouin, publicly announces my repentance to Allah (may He be glorified) of all the mistakes I made in my work since the beginning of my career.
Al hamdoulilah.
Allah allowed me to meet quality brothers who were kind enough to advise me (privately) on my books.
They succeeded in making me aware of the awkwardness of my work, and of the danger that I would incur if I continued in this way (that of representing "realistically" living beings endowed with reason).
It is this realization that brought me (in October 2015) totally changed my graphic style, to realize today only black silhouettes, or animated objects (ex: a car with eyes).
“Assalamu'alaykum. Saya, Noredine Allam, pengarang seri Muslim Show dan direktur Editions du BDouin, menyatakan kepada publik penyesalan saya kepada Allah (Yang Maha Pengasih dan Penyayang) atas segala kesalahan yang telah saya lakukan pada karya2 awal saya. Alhamdulillah, Allah mengizinkan saya untuk bertemu dengan para sahabat yang berkualitas untuk memberi nasehat kepada saya (secara khusus) tentang karya2 saya, mereka berhasil menyadarkan saya tentang kekeliruan karya2 saya dan bahaya yang akan saya hadapi ketika saya melanjutkan jalan ini (merepresentasikan gambar secara realis dan sangat hidup). Kesadaran inilah yang membuat saya (pada Oktober 2015) merubah gaya gambar saya, menjadi hanya siluet hitam, atau objek animasi (misal: Sebuah mobil dengan mata)”.
Hingga saat ini, bagi Muslim yang meyakini kalo ngegambar mahluk bernyawa itu gak boleh, pasti ada yang tetep kontra terhadap pilihan Allam, walaupun ada perubahan dari gambar manusia yang detail, hingga akhirnya cuma gambar siluet manusia saja. Mungkin juga dari pihak yang kontra ini bertanya "Kenapa gak berhenti aja sih ngegambar?", gak semudah itu untuk berhenti dari suatu hal yang kita favoritkan temen2, apalagi dalam kasus ini gambar sudah menjadi profesi bagi Allam. Saya pribadi sih suka seri komiknya The Muslim Show, seperti saya bilang diatas bahwa kadang komiknya sering "nampar" diri sendiri hehe. Do'akan aja yang terbaik ya buat dia.
Sebagai manusia, pasti ngerasa bahwa ini tetep gak adil, karena dalam kasus ini kita dikasih bakat/kelebihan sama Allah buat ngegambar, tapi gak dibolehin. Pernah kepikir gak kenapa Allah nyiptain babi? babi kan haram bagi umat Islam, kok Allah masih nyiptain? kenapa gak usah diciptain aja sekalian?, Allah nyiptain sesuatu pasti ada alasan dibaliknya. Allah nyiptain babi adalah sebagai ujian bagi kita, Allah cuma pengen ngetes kita aja. Coba kalau Allah nyuruh gak boleh makan babi, tapi babinya gak ada di muka bumi ini? itu bukan ujian kayaknya hehe. Sama halnya dengan kasus ini, mungkin aja nih ya kelebihan ngegambar yang Allah kasih ke kita itu sebagai ujian aja sebenernya (Berlaku untuk kelebihan lain juga yang rada bertentangan dengan hukumnya dalam Islam).
Pada akhirnya, kalau ada yang nanya ke saya saat ini, "Jen, mau ngegambar mahluk bernyawa lagi gak?" Saya jawab "Mau", selama gambar itu emang dikhususkan untuk pembelajaran anak kecil (sekolah) dan juga saya akan ngegambar mahluk bernyawa kalau sedang dalam kondisi urgent (untuk ngasih maslahat dibanding mudarat yang ada). Selain karena hal tersebut, saya mau ngurangin dan mau ngejauhin dari aktivitas menggambar mahluk bernyawa. Ini merupakan pandangan pribadi, tapi ujungnya saya balikin ke pribadi temen2 yang baca, karena cara orang menanggapi suatu hal pasti berbeda2 sesuai dengan kondisinya, termasuk saya dan Allam.
Bagi temen2 yang sudah baca aturan dalam Islam tentang bab menggambar atau sudah nonton beberapa ustaz di youtube tentang pandangannya terhadap hukum ngegambar mahluk bernyawa, saya harap jangan terlalu dijadikan perdebatan bagi mereka yang masih suka ngegambar mahluk bernyawa, cukup kasih tahu aja tentang hukum ngegambar mahluk bernyawa itu seperti apa. Bagi yang masih sekolah dan sedang baca blog ini, kalo ada tugas seni rupa (ngegambar/ngelukis mahluk bernyawa) kerjain aja ya, jangan sampai gara2 baca episode ini, saya dimarahin sama orangtua kalian, hehe.
Wallahu A'lam Bisshawab...



Post a Comment for "Antara Saya, Allam, dan Menggambar"