Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jangan Buang Aku

Episode 15




Bismillah...


"Duh, udah kenyang ah," merupakan kalimat yang barangkali pernah terucap ketika tidak sanggup menghabiskan makanan di piring kita. Dengan gampangnya kita menyia-nyiakan makanan tanpa memikirkan saudara kita yang sulit mencari makanan. Pernah suatu masa, saya menemukan postingan di Instagram yang isinya berupa foto seorang laki-laki yang sedang menjilat-jilat bungkus nasi bekas makannya. Entah berapa lama ia tak makan. Sehari, dua hari atau bahkan seminggu? yang jelas, itu menunjukkan kebutuhan laki-laki ini akan makanan sangat tinggi. Apalagi di negara yang sedang dalam konflik, makanan menjadi salah satu hal yang sangat dinanti-nanti oleh mereka dan kita dengan mudahnya tidak menghabiskannya seraya berkata, "Duh udah kenyang ah."


Infografik food  Loss dan  Food Waste
http://foodsustainability.eiu.com/whitepaper/


Data menurut Food Suistainability Index (FSI) yang diterbitkan oleh The Economist Intelligent Unit (EIU) bersama Barilla Center for Food and Nutrition Foundation (BCFN) menjelaskan bahwa negara Indonesia menduduki peringkat ke-2 dalam hal makanan sisa yang terbuang (food waste). Dijelaskan juga dalam infografik diatas bahwa 1,3 milyar ton makanan terbuang begitu saja dengan taksiran 750 milyar dollar pertahun, sementara sebanyak 795 juta orang sedang mengalami kelaparan. Malukah kita jika sampai saat ini makanan yang ada di piring kita tidak habis dan ujungnya hanya dibuang ke tempat sampah?


Nyatanya masalah ini tidak begitu saja dapat dipandang sebelah mata, beberapa kelompok bahkan mengkampanyekan untuk menghabiskan makanan dan tidak membuang makanan begitu saja, seperti kampanye sosial #makanbijak yang digagas oleh brand Mylanta, gerakan @piringkosongid yang juga mempunyai program bagi-bagi makanan kepada yang membutuhkan, lalu terakhir ada gerakan yang bernama #EmanSegone yang berasal dari Kota Yogyakarta. Eman Segone sendiri merupakan bahasa jawa, yang berarti "Sayang Nasinya."


Kampanye #EmanSegone di Car Free Day jalan mangkubumi, Yogyakarta
https://inet.detik.com/cyberlife/d-3438561/eman-segone-tolong-jangan-buang-buang-makanan


Tidak mempertimbangkan dalam memesan ataupun mengambil makanan mungkin menjadi hal yang penting pada topik kali ini. Pesan atau ambillah makanan dengan penuh kehati-hatian. Pertimbangkan porsi yang biasanya kita mampu habiskan, terlebih ketika bulan Ramadhan tiba. Pada bulan Ramadhan, memang kita tidak boleh makan selama kurang lebih 12 jam. Oleh karena itu, ketika berbuka puasa, kita kadang merasa harus memesan makanan dengan porsi yang berbeda dari biasanya karena sifat greedy kita. Alhasil di akhir cerita, kita kekenyangan dan tidak sanggup untuk menghabiskan apa yang telah dipesan atau diambil.


Sebetulnya, tidak apa memesan atau mengambil makanan sedikit dulu. Jikapun merasa belum kenyang, kita bisa meng-order kembali kepada pelayan resto atau kita bisa mengambil kembali makanan tersebut dan menaruhnya di piring kita. Mempertimbangkan dalam memesan ataupun mengambil makanan menjadi salah satu kunci yang sangat penting untuk tidak memubazirkan makanan. Nah, secara lebih luas saya punya tips-tips supaya kita tidak melakukan "Kejahatan" itu, diantaranya:

  1. Buatlah daftar belanjaan secara rinci dan beli makanan sesuai dengan kebutuhan 
  2. Simpan sayuran dan buah-buahan dalam kulkas agar tidak cepat membusuk
  3. Setiap membeli sesuatu, cek tanggal kadaluarsanya. Fikirkan kembali apakah akan habis sebelum tenggat waktu tersebut ataukah tidak, terlebih makanan yang tanggal kadaluarsanya hanya sebentar seperti roti dan telur
  4. Harus selalu kreatif dalam mengolah makanan yang hampir basi, seperti nasi yang dapat dijadikan nasi goreng, buah yang dapat dijadikan jus atau smoothies, hingga sayuran yang dapat dijadikan cemilan
  5. Jika bisa, makanan yang basi maupun yang sudah tidak dapat dimakan dirubah menjadi kompos sehingga limbahnya kembali ke alam
  6. Terakhir, berbagilah dengan tetangga ataupun orang yang lebih membutuhkan makanan. Jangan pelit jika kita punya banyak makanan, kalau ujungnya tidak sanggup kita habiskan dan terbuang begitu saja.

Sampai sini pasti ada yang bertanya, "Kok ribet banget sih? Makanan aja dipermasalahin." Hehe, itu karena agama saya mengatur dari hal yang terkecil hingga yang paling besar. Dari mulai bangun tidur, pergi ke kamar mandi, memakai pakaian, bercermin, berdagang, hingga bersosial dan bernegara, semuanya ada aturan mainnya. Merupakan sebuah keharusan bagi saya pribadi untuk menuruti apa-apa yang Tuhan saya perintahkan dan meninggalkan apa-apa yang Tuhan saya larang.


Dalam Shahih Muslim dari Anas Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bila makan suatu makanan beliau menjilat jari-jarinya, beliau bersabda, "Apabila makanan salah seorang dari kalian jatuh, maka bersihkanlah kotoran darinya, lalu makanlah dan janganlah membiarkannya untuk dimakan oleh syaitan!" dan beliau memerintahkan kami untuk membersihkan piring (dengan menghabiskan sisa-sisa makanan yang ada), beliau bersabda, "Karena kalian tidak mengetahui di bagian makanan manakah keberkahan itu berada." (HR. Muslim)


Air mineral dalam kemasan gelas yang masih bersisa
https://www.kompasiana.com/wardhanahendra/5cfc9dfc3ba7f
74698592c73/kalau-sudah-ditusuk-tolong-dihabiskan?page=all

Selain makanan, ternyata air mineral dalam kemasan gelas juga menjadi kasus yang hangat pada lebaran kemarin. Ini dimulai ketika saya melihat status WA teman saya yang menjelaskan bahwa kenapa orang yang bertamu, jika minum air mineral dalam kemasan gelas acapkali tidak dihabiskan. Ujung-ujungnya tuan rumah harus membuang kemasan gelas tersebut dengan air mineral yang masih cukup penuh. Memang zaman menuntut kita untuk lebih praktis dalam segala hal, termasuk dalam menyajikan minuman kepada tamu. Selain tidak repot untuk menyiapkannya, tidak ada cucian juga menjadi keunggulan air mineral dalam kemasan gelas tersebut.


Kebiasaan ini tak berhenti pada saat lebaran saja. Dalam menghadiri undangan perkawinan (kondangan) juga air mineral dalam kemasan dalam gelas seringkali tidak dihabiskan. Lagi-lagi pertimbangan dibutuhkan ketika menghadapi hal seperti ini. Jika tidak sanggup untuk menghabiskan air mineral dalam kemasan gelas, rasanya lebih baik jangan coba-coba untuk menusuknya dengan sedotan. "Habiskan atau jangan sentuh sama sekali!"


Pada akhirnya, mari kita belajar untuk selalu menghargai hal apapun itu. Bisa jadi hal yang menurut kita kecil mungkin menurut orang lain besar, sementara bisa jadi juga hal yang dirasa besar, mungkin menurut orang lain kecil. Tak lupa juga untuk menjauhi sifat boros dan berlebih-lebihan dalam hal apapun, termasuk perihal makanan dan minuman, "Makan dan minumlah kalian dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf: 31)


Sebelum tulisan ini saya tamatkan, saya akan menjelaskan kenapa episode sebelumnya bertajuk "Episode Spesial," seperti yang telah saya janjikan pada bulan kemarin. Apakah ada yang sudah tahu jawabannya? ataukah masih menerka-nerka? hehe. Saya mem-publish episode spesial kemarin bertepatan dengan tanggal 29 Juli, yang mana tanggal tersebut merupakan salah satu tanggal terpenting dalam hidup saya. 29 Juli merupakan awal mula saya menulis di blog ini, ya...sudah setahun lamanya saya berinteraksi dengan blog ini.


Sepanjang setahun kebelakang hingga saat ini, saya sudah menulis sebanyak 17 judul, namun saya hitung dan rangkum menjadi hanya 15 episode, diantaranya:

  • Episode 01    - Zaman Old VS Zaman Now
  • Episode 02    - Tentang Film Bilal bin Rabah R.A. (Part 1)
  • Episode 02.5 - Tentang Film Bilal bin Rabah R.A. (Part 2)
  • Episode 03    - Antara Saya, Allam dan Menggambar
  • Episode 04    - Traveler Sejati (Pengalaman ke Prau)
  • Episode 05    - Berwirausaha Kuy! YXGQ
  • Episode 06    - Seperti Aurora Borealis
  • Episode 07    - Blog = Baymax
  • Episode 08    - Kereta Angin dan 10 Muwasafat
  • Episode 09    - Mereka dengan Mesin Waktunya
  • Episode 10    - Perihal Pangeran Zuko
  • Episode 11    - Tujuh Belas April
  • Episode 12    - Diabaikan Ataukah Diberi?
  • Episode 13    - Menukar Jiwa dengan Uang
  • Episode 14    - Anak Kecil dalam "3 Bagian"
  • Eps. Spesial  - Petiklah Hikmahnya
  • Episode 15    - Jangan Buang Aku (Tahun ke-2) 

Tujuan saya pun masih sama dan tak akan pernah berubah dalam menulis di blog ini, yaitu untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Seirama dengan apa yang selalu saya gaungkan, "Khoirunnas anfa'uhum linnas," sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Saya selalu berusaha untuk mengangkat topik-topik yang dirasa penting untuk digali diri ini dan juga oleh orang lain, meskipun bahasan di tiap topiknya tak terlalu mendalam, namun setidaknya garis besarnya dapat difahami dengan mudah oleh para pembaca.


Ah, rasanya saya telah jatuh cinta dengan blog ini. Serasa ada tanggung jawab yang harus dipenuhi agar blog ini tetap hidup dan tak dibuang begitu saja. "Jangan buang aku," pada judul episode ke-15 ini mungkin secara tidak langsung menyerukan 3 hal, jangan buang makanan, jangan buang minuman serta jangan buang blog (ini).


Wallahu A'lam Bisshawab...


Post a Comment for "Jangan Buang Aku"