Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tentang Film Bilal bin Rabah R.A. (Part 2)

Episode 02.5


Bismillah...

Kalau ada yang buka episode ini, tapi belum baca episode sebelumnya tentang film Bilal, lebih baik baca dulu part sebelumnya biar nyambung yaa guys.

Nah, sekarang saya mau bahas mengenai film animasi Bilal yang diadaptasi dari kisah hidupnya Bilal. Saya mau tunjukin dulu poster film animasinya yang seperti saya bilang di episode sebelumnya, bahwa saya merasa terpukau ketika liat posternya. Ini dia:





Tadaaa..Tuh kan keren haha, bagi Muslim yang suka film dan animasi mungkin merasakan apa yang saya rasakan ya, lebay 😁. Kalau ada yang mau lihat Trailer Bilal: A New Breed of Hero silahkan di tonton video dibawah ini, kurang lebih seperti itu gambaran di filmnya. Oh iya, BTW episode ini mengandung unsur spoiler.




Saya iseng untuk lihat ratingnya di IMDB dan Rotten Tomatoes. IMDB ngasih skor untuk film ini 8,4/10 dan RT ngasih rating 5,9/10. Film ini adalah karya rumah produksi Barajoun Entertainment, Dubai, Uni Emirat Arab, dengan biaya produksi mencapai sekitar Rp 399 miliar. Film animasi Bilal ini sejatinya telah lama dirilis, yakni pada 8 September 2016, tapi kali pertama diputar pada Festival Film Cannes, Mei 2016, dan menyabet penghargaan Best Inspiring Movie kategori animasi pada ajang tersebut. Pro kontra pada setiap hal pasti ada ya, apalagi ini menyangkut film yang diangkat dari kisah salah satu tokoh Islam.


Review dari orang2 terhadap film ini beragam, tapi saya mau fokus sama yang review negatifnya, seperti filmnya gak sesuai kisah Bilal sesungguhnya, Bilal gak azan di film ini, gak pernah disebutkan nama Rasulullah SAW, yang tokoh perempuannya gak nutup aurat, kemudian pas ditindih dengan batu besar Bilal gak nyebut ahad, tetapi "i want a freedom", intinya film Bilal ini menyimpan makna terselubung, katanya. Namun supaya lebih jelas, akhirnya saya nonton filmnya yang beraudio bahasa arab serta saya make subtitle yang berbahasa indonesia, dan saya mau nge-review filmnya dengan beberapa poin yang mau saya sampaikan, diantaranya:

  • Jujur nih ya, filmnya seru plus animasinya gak main2 (keren banget). Inti dari film ini dari yang saya tangkap adalah tentang kesetaraan dan keadilan, bagaimana si tokoh utama (Bilal) berjuang untuk meyakini dirinya sendiri dan meyakinkan orang lain bahwa kita semuanya sama, gak ada hamba sahaya/budak maupun majikan.
  • Dasar cerita film ini memang mengadaptasi dari kisah Bilal, tanpa diceritakannya kedekatan Bilal dengan Rasulullah SAW. Beberapa bagian ada yang ditambah atau dikurang untuk menambah soul film ini supaya lebih dapet, namun secara keseluruhan film ini jelas. Jelas dalam artian hitam vs putihnya keliatan, yang baik (Team Bilal) sama yang jahatnya (Team Ummayah) keliatan dan sesuai dengan kisah Bilal serta riwayat2 lain yang menjelaskan tentang Bilal.
  • Contoh film ini sesuai dengan kisahnya Bilal adalah Bilal mengumandangkan azan di film ini dua kali, pertama kali di Madinah dan pas endingnya di Mekah, walaupun gak full azan sampe tamat, kemudian Bilal dimerdekakan oleh Abu Bakar dan dilihatin juga tawar menawar antara Abu Bakar dan Umayyah. Contoh lain yang juga sesuai adalah part ketika Bilal ketahuan mengikuti ajaran Rasulullah SAW, Umayyah nyuruh penyihir serta algojonya untuk niban tubuh Bilal dengan batu yang segede gambreng dan apa yang Bilal bilang? Ahad, ahad sesuai dengan kisah aslinya. Rasulullah SAW ga ditampilin di film ini (dan emang jangan pernah), tapi disebutkan kata2 Rasulullah dan Allah di film ini.
  • Film ini gak ngejelasin secara gamblang, seperti tokoh ini siapa, jabatannya apa, ini settingnya dimana, jadi yang bisa kita lakuin adalah menerka2. Seperti ketika Bilal ketemu dengan seorang yang berwibawa, saya pause dulu  dan menerka2 (saya pun nebak bener, yes hehe), itu adalah Abu Bakar. Ada lagi tokoh yang gagah, ditakuti sama orang2 kafir Quraisy dan dijuluki sebagai Singa Allah oleh Rasulullah SAW, siapa coba?? yups, dia adalah pamannya Nabi Muhammad SAW, Hamzah bin Abdul Muthalib yang berperan besar di perang Badar (perangnya pun ditampilin di film ini). Ummayah pun menjadi sosok yang sentral di film ini, dibantu dengan anaknya dan penyihir yang ngeselin.

Setelah saya nonton film ini, saya bingung. Review negatif yang orang bilang bahwa film ini gak sesuai dengan kisah Bilal, Bilal gak azan di film ini, gak pernah disebutkan nama Rasulullah SAW, tokoh perempuannya gak nutup aurat, kemudian pas ditindih dengan batu besar Bilal gak nyebut ahad, tetapi "i want a freedom", itu terbantahkan setelah saya nonton sendiri dan seperti yang saya jelasin di poin2 diatas. Nah, untuk yang perempuannya gak nutup aurat memang betul, tapi pakaiannya tetep panjang dan sopan.


Kok bisa beda gitu ya, yang review negatif dengan yang review positif (termasuk saya) setelah nonton film ini. Jangan khawatir, saya punya teorinya (ilmu Sherlock Holmesnya muncul nih haha). Saya punya 3 teori untuk ngejelasin kenapa ada perbedaan yang jauh terhadap film animasi ini, bahkan reviewnya saling berlawanan. Ini dia teorinya:
  1. Orang indonesia yang reviewnya negatif terhadap film ini, mungkin film animasinya Bilal make dubber bahasa inggris (audionya bahasa inggris), sehingga terlihat jelas perbedaannya sama yang asli beraudio bahasa arab. Lalu kemudian ada pertanyaan "Kalo audio filmnya bahasa inggris, orang indonesia harusnya make subtitle indo dong, jadi ketahuan beda." Nah, ini yang saya herankan, walaupun audionya inggris, harusnya ketika make subtitle indo akan ada perbedaannya. Contoh ketika Bilal ditimpa dengan batu besar, di audio Bilal berkata "i want a freedom" tapi di subtitle indo terbaca Ahad atau juga terbaca satu/esa. Kemungkinannya yang review negatif nontonnya make audio bahasa inggris serta subtitlenya bahasa inggris, sehingga ketika di audio Bilal bilang "i want a freedom", di subtitle inggrisnya pun terbaca i want a freedom, atau memang karena udah faham bahasa inggris, sehingga gak make subtitle manapun.
  2. Orang indonesia yang reviewnya negatif sebenernya udah bener audionya bahasa arab, tapi subtitlenya bahasa inggris, teori ini terjadi kalo yang nonton gak paham sedikitpun tentang bahasa arab. Jadi, ketika di audio bilang "ahad, ahad," di subtitle bahasa inggrisnya terbaca i want a freedom.
  3. Orang indonesia yang reviewnya negatif sepertinya belum pernah nonton film ini, tapi nulis review by trailer filmnya Bilal, supaya tulisannya laku. Bisa juga yang review film ini cuma asal copas aja dari review orang luar? entahlah. hehe

Itu dia teori saya kenapa ada orang indonesia yang review negatif. Again, tiga teori diatas hanya kemungkinan, dan jangan dipukul rata semua film Bilal yang beraudio bahasa inggris pasti melenceng, atau yang subtitlenya film Bilal berbahasa inggris gak bener. Mungkin juga bukan masalah audio dan subtitle di film Bilal ini yang salah, tapi tiga teori diatas yang dapat saya jelaskan untuk saat ini. Bagi temen2 yang masih penasaran kenapa bisa ada perbedaan atau sudah tahu kenapa bisa beda gitu, please comment down below (ngarep). 😂😂😂

      
Inti dari episode kali ini, bahwa saya mengapresiasi film animasi Bilal ini, walaupun memang gak sepenuhnya mirip seperti kisah aslinya Bilal, tapi dasar film ini adaptasinya memang dari kisah Bilal. Bagi saya film animasi ini gak ada makna terselubung yang aneh2, filmnya seru dan boleh di tonton untuk anak2 (ramah buat anak2), karena gak ada cipratan darah selama film, juga gak ada konten yang gak boleh di tonton untuk anak2, asal di bimbing sama orangtua ya. Bagi muda mudi, film ini cocok dijadikan konten buat acara, bisa bedah filmnya Bilal, dimulai dengan diskusi tentang kisah Bilal dan dilanjut dengan nobar film ini. Oh iya, satu hal lagi, kalau ada film mirip2 seperti ini di masa depan nanti, jangan expect too high sama filmnya bahwa akan sesuai dengan semua kisah aslinya. Baca aja kisah yang aslinya dari buku atau sumber yang jelas, jangan pernah belajar dan memahami dari filmnya aja.


Itulah pandangan saya terhadap film animasi Bilal ini. Sebelum saya menyudahi episode ini, saya mau cerita dikit sekaligus pengen ketawa, karena sebenernya saya gak niat bikin episode ini jadi dua bagian (peace) haha. Awalnya saya anteng aja nulis, pas scroll keatas kok panjang banget ini tulisan? Akhirnya saya mikir, kemudian dirombak lagi deh tulisannya, hingga akhirnya judul ini dipecah menjadi dua bagian. Kenapa episode ini 02.5, bukan episode 03? Karena seperti yang saya bilang, episode ini dan episode sebelumnya masih nyambung dan saya anggap episode ini masih bagian dari episode 02, begitu ceritanya. Okay, sekian untuk episode kali ini, terimakasih bagi yang selalu mampir, semoga tercerahkan ya dengan adanya tulisan2 saya.


Wallahu 'Alam Bishawab...



Post a Comment for "Tentang Film Bilal bin Rabah R.A. (Part 2)"