Kereta Angin dan 10 Muwasafat
Episode 08
Bismillah...
Hari Senin 29 Oktober pagi, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 yang terbang dari Jakarta ke Pangkal Pinang jatuh ke Laut Jawa tak lama setelah take off dari Bandara Internasional Soekarno Hatta. Semua penumpang berjumlah 189, dan pesawat yang jatuh ini merupakan pesawat jenis baru yaitu jenis Boeing 737 Max 8, yang dikirim ke maskapai Lion Air pada Agustus tahun kemarin. Kabar terbaru pada hari Kamis (22/11/2018) menjelaskan bahwa sudah ditemukan dua jenazah baru yang teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identifikation (DVI) Polri melalui tes DNA, sehingga jumlah semua jenazah yang sudah teridentifikasi berjumlah 109 orang. Adapun hasil pembacaan Black Box oleh Komite Kecelakaan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menjelaskan bahwa pesawat banyak mengalami kendala, salah satunya adalah karena mengalami stall. Stall adalah keadaan pesawat yang kehilangan gaya angkat sehingga tidak sanggup lagi melayang di udara sehingga jatuh dari ketinggian dan tidak terkendali. Pesawat tetap terbang meski sempat turun sedikit tetapi bisa naik lagi. Pada akhirnya pesawat berada di ketinggian 5.000 kaki atau 1.524 meter.
Mudah-mudahan juga menjadi pengingat saya dan temen-temen, supaya dapat mengambil hikmah bahwa ajal bisa datang kapan saja, meskipun dalam kasus ini pesawat jenis Boeing 737 Max 8 ini merupakan generasi terbaru di kelasnya dan kurang lebih baru setahun di operasikan, tapi takdir berkata lain. Kita do'akan, semoga seluruh korban dapat diketemukan dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran dan ketabahan dalam peristiwa ini. Di dalam Islam sendiri ada hadits-hadits yang menjelaskan lima kriteria orang yang dikatakan mati syahid, dan orang yang meninggal karena tenggelam merupakan salah satunya, selama ia tidak bermaksiat ketika di kapal/pesawat yang ia tumpangi.
Saya belum nyapa nih hehe, gimanz kabznya nih temen-temen?, moga ada dalam keadaan sehat wal'afiyat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Pada episode ke-8 ini, saya akan menceritakan tentang kegiatan terbaru saya yaitu mengendarai kereta angin (bersepeda) dan menjelaskan sedikit mengenai 10 Muwasafat (Sifat-sifat ideal dan harus dimiliki oleh setiap Muslim).
Seperti yang temen-temen tahu, bahwa sejak dulu saya selalu membiasakan diri untuk berolahraga minimal seminggu sekali. Saya tahu kesehatan itu sangat penting, dan cara untuk mendapatkan kesehatan salah satunya adalah dengan berolahraga rutin. Saya mulai berolahraga rutin dengan berjogging (saya gak tahu sih jogging dikatakan sebagai olahraga atau enggak 😂), hari ahad biasanya saya sempetin untuk jogging, walaupun hanya jalan-jalan pagi asal sekedar keluar keringat. Semuanya berjalan mulus, sampai saya berada pada titik dimana untuk melakukan jogging itu rasanya males dan jenuh. Kemalesan ini melanda karena jogging itu tidak bisa menempuh jarak yang jauh, paling rutenya yang deket-deket aja. Selain itu juga, jogging membutuhkan waktu yang lama karena ujung-ujungnya pasti harus jalan kaki kalau sudah ngerasa capek. Akhirnya kurang lebih selama 6 bulan saya hiatus dari berolahraga, sampai saya kepikiran untuk bersepeda.
Kemunculan ingin bersepeda ini murni dari hati saya yang paling dalam hehe, karena ngerasa kayaknya enak aja kalo olahraga dilakuin dengan bersepeda. Selain bisa menempuh jarak yang sangat jauh, dengan bersepeda juga saya bisa iseng untuk mencari rute alternatif (jalan tikus) yang lebih dekat ketika ingin berpergian dari satu kampung ke kampung lain. Setelah niat bersepeda sudah ada, saya langsung bergegas untuk mencari sepeda untuk dijadikan pertner olahraga saya. Ternyata eh ternyata, yang awalnya saya mau beli sepeda, malah keinget bahwa babeh saya punya sepeda cuma udah rusak parah, akhirnya saya bertemu sepedanya yang sudah berdebu di gudang. Seperti yang saya bilang, sepedanya rusak parah, mulai dari velg yang bengkok, garpu depan bengkok, drailer belakang gak ada, jari-jari depan rusak, remnya rusak, waahhh... pokonya ketika saya keluarin, sepedanya gak bisa saya kayuh.
Mulai dari situ saya bingung antara mau di service apa mau beli baru, karena pada saat itu di pikiran
saya kayaknya mahal nih kalo sepedanya di service, daripada mahal karena service, lebih baik beli yang baru. Singkat cerita, atas usulan dari temen-temen saya yang emang udah pro di dunia per
![]() |
| Sepeda saya ketika melewati wilayah pedesaan |
Setelah bisa jalan seperti biasanya, saya langsung nyari temen yang hobi bersepeda dengan harapan bahwa dengan adanya temen yang punya hobi yang sama, saya akan lebih semangat dalam berolahraga dan juga ada temen ngobrol dijalan ketika bersepeda. Anyway, temen saya ini ternyata lagi bikin grup sepeda dan saya diajak ikut ke grupnya, saya mikir dulu karena kalo kita udah masuk grup, kita harus rela untuk bersepeda dengan rute yang sangat jauh. Akhirnya saya putuskan untuk ikut ke grup tersebut dengan niat untuk bisa bersilaturahim dengan anggota-anggota lain yang berada di grup sepeda tersebut dan seperti niat saya diawal, dengan mempunyai banyak temen yang mempunyai hobi yang sama, saya pun akan lebih mudah dan istiqomah dalam bersepeda yang ujungnya insyaaAllah untuk kesehatan saya juga. Grup sepeda ini baru terbentuk dan sedang proses membuat jersey, saya pun ikut untuk bikin jersey walaupun harganya lumayan mahal 😵, kita lihat saja nanti hasilnya, mudah-mudahan sesuai dengan desain dan ukuran yang sudah disepakati dengan pihak konfeksi.
![]() |
| Beberapa anggota Grup ASGOT |
Ngomongin tentang bersepeda, di beberapa negara ternyata ada warga negaranya yang mayoritas menggunakan sepeda untuk aktivitas sehari-hari, ataupun untuk pergi ke kantor. Diantara negara yang mayoritas warga negaranya menggunakan sepeda adalah negara Belanda, Denmark, Jepang, Belgia dan China. Belanda merupakan negara yang warga negaranya mayoritas menggunakan sepeda paling banyak, tercatat dari total 16.652.800 jiwa, 99.1% menggunakan sepeda untuk beraktivitas dan untuk pergi bekerja, dan rata-rata penggunaan sepeda per orang sekitar 2.5 km. Supaya lebih afdol, mari kita lihat seperti apa sih negara yang dikenal dengan negara sepeda, berikut videonya:
Nah, seperti dijelaskan di video diatas, ternyata ada kisah unik dibalik kesuksesan Belanda menjadi negara yang dikenal dengan negara sepeda, yaitu karena pada awal abad ke-20, sepeda dianggap sebagai transportasi paling terhormat di Belanda. Setelah perekonomian di Belanda mulai booming di era pascaperang, akhirnya semakin banyaklah orang yang mampu membeli mobil dan motor. Dengan merebaknya mobil dan motor di Belanda, membuat tingkat kecelakaan dengan mayoritas anak kecil meningkat setelah warga negara tersebut memiliki mobil ataupun motor. Dilandasi dari kekhawatiran tersebut, sekelompok aktivis kemudian melancarkan aksi protes dengan jargon "Stop de Kindermoord" pada tahun 1970-an, yang setelah saya nanya mbah gugel artinya adalah "Hentikan Pembunuhan Anak."
"Stop de Kindermoord" pun melakukan demo besar-besaran kepada pemerintah Belanda, yang akhirnya pemerintahan Belanda membantu aktivis ini dengan memberikan subsidi. Mereka mengembangkan ide-ide untuk perencanaan tata kota yang lebih aman dan berhasil memaksa pengendara mobil dan motor untuk mengemudi dalam kecepatan yang lambat. Dua tahun setelah "Stop de Kindermoord" berdiri, kelompok The First Only Real Dutch Cyclists muncul. Mereka meminta pemerintah memberikan lebih banyak ruang untuk bersepeda. Secara bertahap, politisi Belanda menyadari banyak keuntungan dari bersepeda. Mereka pun menggeser kebijakan transportasi dan menjadikan sepeda sebagai transportasi masa depan. Pada 1980-an, kota-kota dan jalanan di seluruh Belanda mulai menyusun perencanaan jalan dan jalur bagi pengendara sepeda hingga sukses seperti sekarang.
Bagaimanakah dengan di negara Indonesia? hhmmm...akhir-akhir ini saya sering ngelihat anak kecil pake motor, pake motor cuy. Entah apa yang dipikirkan orang tuanya sehingga mengijinkan anaknya naik motor walaupun jaraknya sangat dekat, rasanya anak kecil belum cukup umur untuk menjadi pengendara motor. SIM C itu bisa dimiliki seseorang, ketika minimal umurnya sudah menginjak 16 tahun, dan punishment yang diberikan jika melanggar adalah dikenakan pasal 281 UU no.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, walaupun belum ada pasal spesifik tentang pengemudi motor dibawah umur. Bunyi pasal 281 adalah "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dengan pidana kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta". Saya harap orang tua lebih bijak dalam mengambil keputusan untuk anaknya walaupun saya tahu, berperan menjadi orang tua itu tidaklah mudah.
Memang kita tidak bisa dengan mudahnya membandingkan negara Belanda dengan negara Indonesia dalam hal pemakaian alat transportasi. Di negara Belanda, nenek moyang mereka memang sudah membiasakan diri untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasinya, sehingga akan lebih mudah bagi orang-orang yang hidup pada zaman ini melanjutkan kebiasaan yang sudah dibangun beberapa tahun lamanya oleh nenek moyang mereka, bahkan pemerintah Belanda pun sudah mendorong kebiasaan bersepeda ini dengan cara membuat kebijakan-kebijakan, diantaranya adalah membangun infrastruktur khusus pengguna sepeda, seperti adanya National Cycling Route, yang memungkinkan komuting antar kota dan wisata untuk menjelajahi kota-kota di Belanda. Selain itu juga, pemerintah Belanda membangun rambu-rambu lalu lintas yang dikhususkan untuk pengendara sepeda. Nah, di Indonesia sebaliknya, nenek moyang kita tidak membiasakan diri untuk menggunakan sepeda dalam beraktivitas sehari-hari, sehingga agak sulit bagi warga negara Indonesia yang hidup pada zaman ini untuk membiasakan diri menggunakan sepeda sebagai transportasi utama, bukan hanya sebagai transportasi sampingan yang hanya digunakan untuk berolahraga saja.
Menurut saya, bersepeda merupakan bagian dari menjaga kekuatan fisik/jasmani kita supaya tetap sehat dan bugar, dan menjaga kekuatan jasmani (Qowiyyul Jismi) merupakan 1 dari 10 sifat ideal Muslim yang harus kita miliki. Lalu, apa saja sifat ideal lainnya? Mari kita bahas sedikit, hehe...
![]() |
| 10 Muwasafat (Sifat-sifat ideal dan harus dimiliki oleh setiap Muslim) Source: https://blogs.itb.ac.id/profnuklirindo/2013/04/13/10-muwashofat-seorang-muslim/ |
Sepuluh poin diatas harusnya kita miliki sebagai Muslim yang ideal, diantaranya:
- Salimul Aqidah (Good Faith);
- Shahihul Ibadah (Right Devotion);
- Matinul Khuluq (Strong Character);
- Qowiyyul Jismi (Physical Power);
- Mutsaqqoful Fikri (Thinking Brilliantly);
- Mujahadatun Linafsihi (Continence);
- Harishun ‘ala Waqtihi (Good time management);
- Munazhzhamun fi Syu’unihi (Well Organized);
- Qodirun ‘alal Kasbi (Independent);
- Naafi’un Lighoirihi (Giving Contribution).
Untuk penjelasan lebih detail, silahkan kunjungi 10 Tarbiyah Characters (Muwashofat Tarbiyah) ataupun 10 Muashofat Tarbiyah Islamiyah (Pendidikan Karakter Islami), karena apa yang ingin saya tulis sebenernya sudah ada pada 2 artikel tersebut (bilang aja males nulis, wkwkw). Saya pribadi belum sepenuhnya mampu memenuhi 10 Muwasafat tersebut, tapi saya selalu berusaha untuk selalu berpacu memenuhi tiap poinnya. Tentulah saya bukan manusia sempurna, jika ada kesalahan dan kekhilafan mohon dimaafkan, dan ingatkan selalu saya untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya. Episode ini merupakan episode yang paling berat, terbukti episode ini baru beres menjelang berakhirnya bulan November, tapi mudah-mudahan selalu bermanfaat ya bagi temen-temen yang baca blog ini.
Sebelum saya tutup, saya mau ucapkan terimakasih bagi yang sudah nunggu keluarnya tulisan saya, semoga apa yang di niatkan mendapat dorongan dari Allah SWT, juga apa yang diimpikan dapat menjadi kenyataan 😊.
Wallahu'Alam Bisshawab...



Post a Comment for "Kereta Angin dan 10 Muwasafat"