Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perihal Pangeran Zuko

Episode 10


Bismillah...


Halo temen-temen, mudah-mudahan di tahun baru masehi ini kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik yaa, baik untuk agama, keluarga dan negara tercinta kita ini. Do'akan juga saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah bencana alam seperti di Selat Sunda, Sukabumi dan wilayah lainnya, semoga selalu diberi kesabaran dan ketabahan dalam menjalani hidupnya. Pada episode kali ini, saya akan bercerita tentang salah satu tokoh antagonis di serial kartun televisi Nickelodeon, Avatar The Legend of Aang (temen saya ada yang namanya Aang anyway, terus dia suka di bercandain sama temen yang lain, "Aang, kendaliin angin dong", gak penting sih ini 😆😆😆).


Pangeran Zuko
Source: https://dotandline.net/prince-zuko-fiery-redemption-82d4b7de8150


Yup, tokoh antagonis yang saya maksud di film kartun Avatar adalah Pangeran Zuko. Seperti yang temen-temen tahu (bagi yang pernah nonton), bahwa Pangeran Zuko ini adalah seorang pengendali api yang lahir dari pasangan Puteri Ursa dan Pangeran Ozai. Tanda merah di matanya merupakan perbuatan ayahnya setelah mereka berdua berbeda pandangan didalam suatu rapat yang dilanjut dengan sebuah duel sakral. Ketika duel dimulai, ia sadar bahwa yang ia lawan bukanlah orang biasa, namun seorang raja dari negara api. Zuko menyerah karena tidak sanggup melawan ayahnya sendiri dan dengan tega Ozai mencabut haknya sebagai pangeran dan membuangnya dengan syarat tidak boleh pulang sebelum berhasil menangkap Avatar. Dalam perjalanannya menangkap Avatar, Zuko selalu ditemani dan diberi nasihat oleh pamannya, Iroh.


Memang Zuko pada awal-awal episode menjadi benar2 antagonis, dia mati-matian untuk mengejar Avatar lalu berniat untuk menangkapnya apapun yang terjadi. Semakin menginjak ending serial, Zuko berubah menjadi karakter baik yang menuruti kata hatinya, bahwa sebenarnya apa yang ia lakukan selama ini ternyata salah dan berbanding terbalik dengan pandangan hidupnya sendiri. Perubahan Zuko ini juga tidak lepas dari pamannya sendiri yang selalu menasihati Zuko bahwa pemikiran ayahnya itu salah untuk menjadi orang yang akan membunuh sang pembuat kedamaian, Avatar. Konflik ini sangat kompleks bagi saya, yaitu tentang perbedaan pandangan antara anak dan orangtua. Di satu sisi Zuko harus melakukan apa yang ayahnya suruh, di sisi lain sebenarnya dia tidak ingin sama sekali melakukan perbuatan jahat untuk menangkap Avatar.


Memang berat, walaupun menjadi sebuah kewajaran jika ada perbedaan pandangan antara anak dan orangtua. Beratnya adalah mereka orangtua kita lho, yang sudah ngurus kita dari kecil hingga saat ini, yang harus kita hormati dan juga sayangi, tapi kita juga selaku mahluk hidup yang memiliki akal dan perasaan pasti akan mempunyai pemahaman yang menurut kita baik, tapi menurut orangtua kita jelek dalam beberapa kasus. Kemudian pasti akan muncul pertanyaan, "Terus bagaimana jika hal seperti itu terjadi?", simple sekali memang jawabannya, yaitu hormati pandangan mereka, dan kita sendiri pun memberi pandangan kita dengan sopan, sesuai dengan salah satu artikel yang saya baca. Artikel tersebut menjelaskan beberapa tips bagaimana cara menghadapi perbedaan pandangan dalam suatu kasus. Yaa biasanya teori lebih gampang, tapi prakteknya cukup berat, hehe.


Selain dari artikel tersebut, saya mendapatkan potongan video Ustaz Adi Hidayat, yang menjelaskan tentang cara untuk menghadapi perbedaan tersebut, yaitu dengan cara diskusi, seperti dalam video berikut ini:





Memang dalam video tersebut terfokus jika pilihan pasangan hidup kita berbeda dengan pilihan orangtua, walaupun bisa juga diaplikasikan pada kasus-kasus lain. Pada akhirnya, Ustaz Adi bilang bahwa "Serahin sama Allah ujungnya, kalau pilihan kita memang yang paling baik, maka minta sama Allah, untuk melembutkan hati kedua orang kita". Siapa sih yang bisa merubah keadaan hati manusia?, tak lain hanya Allah SWT semata, ÙŠَا Ù…ُÙ‚َÙ„ِّبَ الْÙ‚ُÙ„ُوبِ wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati.


Dalam Islam, kita wajib untuk berbakti kepada orangtua dan haram hukumnya untuk berbuat durhaka kepada mereka, kita diajarkan untuk mengormati orangtua, karena salah satu poin yang penting adalah "Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua" (Hasan. at-Tirmidzi : 1899,  HR. al-Hakim : 7249, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir : 14368, al-Bazzar : 2394). Dalam Al-Qur'an sendiri, terdapat salah satu ayat yang membahas tentang keharusan merendahkan diri dihadapan orangtua, yaitu surat Al-Isra ayat 24 yang artinya "Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, "Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil"".


Apapun yang terjadi, mereka tetap orangtua kita temen-temen, so bijaklah menjadi seorang anak dengan cara selalu menghormati mereka. Nah, kembali ke pangeran Zuko, seperti yang saya jelaskan diatas bahwa di ending filmnya Zuko berubah menjadi pribadi yang baik dengan cara tidak menuruti perintah ayahnya sendiri untuk menangkap Avatar, bahkan menjadi salah satu tokoh yang membantu Avatar dalam menjatuhkan kerajaan negara api yang dipimpin oleh ayahnya sendiri. Barangkali hidup temen-temen bisa lebih baik dari Zuko, yang awalnya mungkin saja temen-temen mengikuti pilihan orangtua terlebih dahulu, tapi diakhir temen-temen bisa meyakinkan mereka bahwa pilihan temen-temenlah yang paling baik (dunia dan akhirat) dibandingkan pilihan mereka, tidak seperti Zuko, yang di saat terakhir tidak bisa meyakinkan kepada ayahnya, bahwa pilihan dialah yang paling baik.


Wallahu A'lam Bisshawab...


Post a Comment for "Perihal Pangeran Zuko"