Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tujuh Belas April

Episode 11


Bismillah...


Setelah 2 bulan berlalu, akhirnya saya nulis lagi di bulan April ini 😌. BTW gimana kabarnya nih temen-temen? mudah-mudahan selalu sehat dan ada dalam naungan Allah SWT. Jadi gini temen-temen, belakangan ini saya sering menemukan kasus, jika seseorang mempunyai pilihan dan pilihannya tersebut berbeda dengan orang lain, maka orang yang beda pilihannya itu menjadi auto musuh, contohnya dalam perbedaan pilihan game HP online. Tentu temen-temen tahu dua game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang sedang booming, yaitu Mobile Legends dan AOV. Nah, dua game ini selalu diperdebatkan oleh fans dari kedua game masing-masing, mulai dari game mana yang duluan dibuat hingga game mana yang melakukan plagiarisme, karena karakter heronya mirip-mirip walaupun namanya berbeda.




Kita sepakat bahwa perbedaan memang menjadi suatu hal yang wajar, hanya saja yang perlu digaris bawahi adalah jangan sampai perbedaan ini berujung kepada hal yang merugikan, seperti saling menghina, saling berkelahi, sampai memutuskan tali silaturahim hanya karena pilihan elu berbeda dengan pilihan gue. Tak bisakah kita tetap berdampingan dengan damai walaupun game apa yang kita mainkan berbeda?, entah saya yang terlalu perasa, ataukah memang ini menjadi sebuah kewajaran di zaman sekarang? 😐


Ngomong-ngomong tentang game online di HP, saat ini beberapa player dari salah satu game melakukan komplain lewat media sosial, maupun secara langsung kepada MUI (Majelis Ulama Indonesia). Hal tersebut dikarenakan MUI berwacana akan mengharamkan game PUBG yang saat ini sedang dikaji dan kemungkinan akan rampung bulan depan. Alasan kenapa PUBG diharamkan adalah karena adanya kejadian terorisme di dua masjid di Selandia Baru, dan ditakutkan PUBG menjadi pencetus hal-hal negatif lainnya di dunia nyata. Biar temen-temen gak salah paham, berikut cuplikan pendapat dari pihak MUI tentang kasus ini:




Nah, sudah jelas kan bahwa MUI belum mengharamkan PUBG, tetapi sedang melakukan pengkajian perihal game ini. Sensitif sekali memang hal ini, mengingat yang main PUBG itu tidak hanya satu atau dua orang, dan ketika suatu kelompok melarang untuk memainkan game ini, para player PUBG pasti akan merasa tidak setuju dengan kelompok yang melarang tersebut. Saya mengerti perasaan player PUBG, karena saya pun seorang gamer (cuma kebetulan gak maen PUBG, hehe), tapi jangan sampai karena hal ini temen-temen membenturkan antara player game PUBG dengan MUI. Saya juga sangat mengerti, setiap fatwa yang dikeluarkan oleh MUI melalui proses yang panjang. Tidak semena-mena mereka mengeluarkan fatwa haram jika tidak ada alasan yang tidak baik dibaliknya. Jadi, kalau mau komplain ataupun memberi saran kepada MUI silahkan saja, tapi sampaikan dengan cara yang baik, tidak lantas grasak-grusuk menyalahkan MUI.


Berbicara terkait perbedaan, dalam waktu dekat ini, kita akan menghadapi PEMILU, tepatnya tanggal 17 April 2019, yang mana pada pemilu kali ini merupakan yang paling banyak surat suaranya, karena temen-temen akan memilih calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, DPRD kabupaten, juga calon presiden dan wakil presiden, yang pastinya setiap orang memiliki pilihan masing-masing. Karena perbedaan inilah, beberapa oknum yang tidak mau calonnya kalah melakukan hal negatif, seperti menyebarkan hoax dan ujaran kebencian. Bisa gak ya, mereka menyebarkan hal positif dari calon yang akan mereka usung, tanpa harus menjatuhkan lawan politiknya?, bisa gak ya mereka saling tukar pikiran, tanpa berdebat dengan amarah yang tak akan ada ujungnya?. Beberapa bulan lalu saya lihat nasehat Aa Gym di TV One, kurang lebih beliau bilang bahwa PEMILU kali ini hanyalah sebuah tahapan yang harus kita lewati, siapapun presidennya, itu sudah diatur sama Allah. Tugas kita hanya memilih yang terbaik, tanpa harus melakukan fitnah kepada pihak lawan. Beliau juga bilang bahwa jadikan PEMILU ini menjadi PEMILU yang bersih, damai dan indah. 


Tak lama lagi hari pemilihan itu akan datang, siapkan segalanya mulai dari sekarang, dimulai dengan mengurus pindah TPS karena temen-temen sedang kuliah ataupun kerja diluar kota, hingga menyiapkan calon pilihan temen-temen yang akan di usung agar tak salah pilih nantinya. Pilih calon presiden atau dewan yang cinta ulama dan benar-benar sayang terhadap rakyatnya, karena dua hal itu menjadi kunci bagi seorang pemimpin menurut saya. Gunakan hak pilih temen-temen dan JANGAN PERNAH GOLPUT!. Siapapun yang terpilih nantinya, temen-temen harus hormati beliau. Entah itu memang pilihan calon yang temen-temen usung ataupun bukan. 


Akhir kata, bagi mereka yang menyebarkan hoax, fitnah, ujaran kebencian dan hal lainnya yang terkesan negatif, saya jadi inget kata-katanya T'Challa di ending film Captain America Civil War. Dia bilang ke Baron Zemo bahwa, 
"This is all you wanted?, to see them rip each other apart?"
"Vengeance has consumed you, its consuming them. Im done letting it consume me"
"Justice will come soon enough" 


Wallahu A'lam Bisshawab...




Post a Comment for "Tujuh Belas April"