"Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk!"
Episode 19
Bismillahirrahmanirrahiim...
"Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk!" merupakan kalimat yang diciptakan oleh salah satu Pahlawan Revolusioner Indonesia bernama lengkap Ibrahim Gelar Datuk Sultan Malaka, atau orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan Tan Malaka. Berproses merupakan bagian dari ikhtiar manusia dalam menjalani kehidupan untuk mencapai suatu hasil tertentu. Kata "Proses", jauh lebih utama daripada kata "Hasil", terlepas hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan ataupun tidak. Kalimat "Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk!", merupakan motivasi untuk kita bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.
Permulaan Tahun 2024, Saya dan Istri (Ummu Fatahillah) mendapatkan "Bentuk" dari hasil "Benturan-Benturan" yang selama ini kami terima, sesuai dengan peran masing-masing versi kami. Peran utama Saya adalah mencari nafkah dengan dilengkapi peran mengasuh anak serta menyelesaikan tugas rumah, sementara peran utama Ummu Fatahillah adalah mengasuh anak dengan dilengkapi peran menyelesaikan tugas rumah dan menghasilkan pundi-pundi tambahan via bisnis fashion muslimnya. Mengasuh anak dapat disesuaikan dengan waktu lapang orang tua, namun mendidik anak merupakan misi utama dari sekian banyak misi yang melekat pada orang tua.
I. Bentuk dari Benturan Pertama
Saat ini saya bekerja full time di sebuah Lembaga Swasta bernama As-Syifa Al-Khoeriyyah. Yayasan As-Syifa memiliki visi yang mulia; menjadi lembaga terdepan tingkat nasional dalam membangun, membina dan melayani masyarakat melalui bidang pendidikan, dakwah juga sosial. Tentu banyak "Benturan" terjadi saat bertugas, seperti deadline yang mencuat tiba-tiba dan harus menambah jam kerja, hingga kesilapan mengambil keputusan yang berujung disirap hati oleh "Yayasan". "Benturan-Benturan" ini membuat saya semakin belajar dan memahami akan kapasitas serta potensi yang ada di dalam diri.
Setiap tahunnya As-Syifa selalu mengadakan kegiatan Annual Performance Award, yang pada intinya memberikan penghargaan kepada Unit/Departemen terbaik, Guru/Musyrif terbaik, Staf terbaik hingga Operator terbaik sepanjang 1 tahun terakhir. Tepatnya tanggal 8 Januari 2024 pada saat apel pagi, saya mendapatkan "Bentuk" dalam wujud sebuah Piagam Penghargaan sebagai Staf Terbaik. Menjadi Staf Terbaik merupakan salah satu target Saya dalam bekerja diantara mimpi-mimpi lain. Dalam aktivitas apapun, target mesti menjadi hal yang fundamental karena dengan adanya target, destinasi yang kita tuju, jalannya menjadi lebih jelas dan terarah.
![]() |
| Penyerahan Piagam Penghargaan oleh Perwakilan Pengurus Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah di Lapang Aula Mubarak, Subang (Senin, 8 Januari 2024) |
II. Bentuk dari Benturan Kedua
Ummu Fatahillah, seseorang yang sederhana, pekerja keras, optimistis dan tekun, yang pada saat ini sedang mendapat mandat mulia yaitu menjadi full time mom. Bagi Saya, Ummu Fatahillah tidak hanya sekedar full time mom biasa, namun dibalik itu, Ummu Fatahillah adalah seorang working mom karena memiliki usaha sendiri dengan brand IFM Hijabku (Islamic Fashion Muslim).
Di Penghujung tahun 2023, Ummu Fatahillah mengikuti Kompetisi Perencanaan Bisnis yang digagas oleh Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) yang didalamnya terdapat tujuh Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Maksud dari diadakannya kompetisi ini, supaya santri bisa menjadi pribadi yang mandiri dalam kegiatan ekonomi berbasis Syariah. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 22 - 29 Desember 2023 dan Ummu Fatahillah merupakan peserta dari ratusan peserta yang menargetkan lolos Top Fifty untuk mendapatkan business training serta Uang Pembinaaan.
Tahap pertama filterisasi peserta adalah validasi data dan berkas dokumen. Setiap peserta diwajibkan membuat proposal rencana bisnis beserta menyiapkan berkas pendukung lainnya. Ummu Fatahillah di sela-sela mengasuh jagoan kami, selalu menyempatkan waktunya untuk menyusun proposal hingga rampung, tanpa mengenyampingkan tugas domestik rumah, walaupun begadang menjadi salah satu "Benturan" yang harus disambut. Deadline untuk mengunggah proposal beserta berkas lainnya adalah tanggal 30 Desember 2023 Pukul 15.00 WIB dan Ummu Fatahillah berhasil menggunggah tepat pada waktunya.
![]() |
| Infografis Sebaran Peserta Santripreneur POROZ X BAZNAS Kompetisi Perencanaan Bisnis 2023/2024 |
Total peserta yang mengikuti kompetisi ini berjumlah 222 yang berasal dari 19 provinsi di Indonesia. Kami menunggu hasilnya dengan rasa cemas. "Akankah Ummu Fatahillah maju ke tahap berikutnya, ataukah harus pulang dari persaingan ketat ini?", sebuah pertanyaan yang terus berlalu lalang di dalam benak. Hari yang dinanti pun tiba, hasilnya adalah sebanyak 148 peserta lolos babak berikutnya, termasuk Ummu Fatahillah yang berhak melaju ke tahapan interview pada tanggal 5 Januari 2024.
![]() |
| Ummu Fatahillah Lolos Seleksi Berkas Baris ke-104 |
Singkat cerita, interview via aplikasi Zoom pun dilalui Ummu Fatahillah dengan sangat mengesankan. Penyampaian materi dengan lugas dan padat diiringi penguasaan isi proposal perencanaan bisnis yang sudah menjadi makanan sehari-hari. Rasa cemas datang melanda kembali di kalbu kami, pasalnya produk yang akan direncanakan atau yang sedang dijalankan oleh peserta lain, merupakan produk-produk terbaik; hasil buah pikiran cemerlang dengan kreasi serta inovasi. Pucuak dicinto, ulam nan tibo, setelah kami melihat hasil pengumumannya dengan daftar peserta yang lolos Top Fifty, ternyata salah satu diantaranya adalah Ummu Fatahillah, Si Paling Pantang Menyerah.
![]() |
| Ummu Fatahillah Lolos Top Fifty Baris ke-30 |
Alhamdulillahilladzi Bini'matihi Tatimmush Sholihaat, tanggal 8 Januari 2024 merupakan momen yang tidak akan pernah dilupakan kami berdua, selain Saya mendapatkan "Bentuk" yang berwujud Piagam Penghargaan, Ummu Fatahillah pun mendapatkan "Bentuk" dalam wujud menjadi bagian dari Top Fifty Kompetisi Perencanaan Bisnis ini dan berhak mendapatkan reward yang telah diinformasikan sebelumnya. Satu Bulan kemudian, kami melakukan Rihlah dari Subang ke Jakarta untuk mengantar Ummu Fatahillah mengikuti business training yang bertempat di PERPUSNAS, sekaligus mengajak Fatahillah untuk mengeksplorasi Museum Fatahillah (Jakarta History Museum) yang menyimpan perjalanan panjang Jakarta.
III. Bentuk dari Benturan Ketiga
Di tanggal 8 Januari 2024 jua, kami mendapat suplemen tambahan karena satu hari sebelumnya telah dilaksanakan debat ketiga untuk Calon Presiden dengan tema Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional dan Geopolitik. Paslon Nomor Urut 1, Anies Rasyid Baswedan, sukses "Memukul Mundur" Paslon Nomor Urut 2, Prabowo Subianto dengan memberikan nilai 11/100 atas kinerjanya sebagai Menteri Pertahanan. Kami merasa bangga karena Capres pilihan kami sangat unggul pada acara debat tersebut, walaupun banyak pendukung Pak Prabowo yang tersedu-sedu pasca debat karena menganggap penilaian 11/100 itu suatu hal yang jahat dilakukan oleh Pak Anies.
Saya dan Ummu Fatahillah kompak mendukung Pak Anies, bahkan saat Pilgub DKI Tahun 2017. Tidak ada perdebatan diantara kami dalam memilih Capres maupun Caleg karena kami berangkat dari pijakan yang sama.
Ketika pijakannya sudah seirama maka dapat dipastikan ujungnya akan berimbang. Kami memilih Pak Anies karena ingin memilih yang terbaik dari yang baik atau dengan kata lain, kami memilih yang terkecil mudharatnya dibanding mudharat yang kecil. Banyak alasan lainnya, namun saya rasa, time will tell.
"Bentuk" yang berwujud titel Calon Presiden Republik Indonesia, didapatkan oleh Pak Anies setelah sebelumnya terbentur oleh dampak reshuffle Presiden dari jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dijabat olehnya, terbentur oleh nada-nada minor saat menjabat Gubernur DKI, terbentur dengan adanya upaya penjegalan oleh salah satu kelompok agar beliau gagal mencalonkan diri sebagai Capres, serta "Benturan-Benturan" tak kasat mata yang barangkali kita tidak mengetahuinya.
Saya teringat sebuh film jika membahas pertarungan antara Pak Anies dan Pak Prabowo tanpa mengenyampingkan sosok Pak Ganjar sebagai salah satu anak bangsa terbaik. Film itu berjudul Real Steel yang dirilis pada tahun 2011 dengan salah satu aktornya, Hugh Jackman. Film "Zero to Hero" yang bertema robot ini menceritakan bagaimana sebuah
robot rongsokan bernama ATOM yang ditemukan oleh Max, seorang anak kecil yang terobsesi memiliki sebuah robot. ATOM dapat menjadi robot petarung dalam ring tinju, walaupun awalnya ia di desain bukan sebagai robot petarung sungguhan. Dalam perjalanannya ia mampu menjadi juara pada setiap pertandingan tinju robot, mulai dari pertandingan level kampung, medium dan profesional, hingga namanya mendunia dan dikenal khalayak ramai.
Pada pertandingan puncak, ATOM menghadapi ZEUS, sebuah robot elite milik duet sombong, Tak Mashido dan Farra Lemcova yang merupakan antitesa dari ATOM, dengan dibekali kecanggihan mesin, sistem yang update, spare part yang unggul lagi mahal, beserta segala macam sumber daya yang mumpuni, ada dibalik robot bernama ZEUS ini. Tentu kita bisa menghitung peluang kemenangan ATOM dari ZEUS sangat kecil. Namun peluang ZEUS untuk memenangkan pertandingan ini terbuka dengan sangat lebar, terbukti dengan reputasi ZEUS yang tidak pernah sekali pun kalah pada pertandingan level dunia ini.
Ronde demi ronde telah dilalui, hingga sampailah pada ronde kelima/final. Seperti yang sudah kita kalkulasikan bersama, ZEUS menjadi juara (Champion) dengan susah payah. Inilah yang menarik pada pertandingan kali ini, ATOM merupakan satu-satunya robot yang sukses menyudutkan ZEUS setelah di pertandingan-pertandingan sebelumnya, robot yang menantang ZEUS selalu kalah pada ronde pertama, sebuah rekor yang tercipta oleh robot yang sederhana.
ATOM kalah, namun kekalahannya menjadi kebanggaan dari pendukungnya. ATOM pun dijuluki people's champion; secara legal ATOM belum menjadi juara, namun secara nonformal ATOM menjadi juara di hati mayoritas penonton yang menyaksikan pertandingan ini. Saya ibaratkan ATOM adalah Pak Anies, sosok guru sederhana dengan kecerdasan serta kefasihan berbahasa, namun memiliki keterbatasan materil ketika menjadi Capres, terbukti dari anggaran kampanye yang hanya 1 Miliar saja. Bandingkan dengan Pak Prabowo yang saya ibaratkan seperti ZEUS, anggaran kampanye menyentuh angka 31,5 Miliar, sumber daya moril yang banyak, para pendukung yang kondang, tim yang mumpuni serta yang lebih menakjubkan lagi, adanya dukungan penuh oleh Presiden aktif saat ini yang dapat menggerakkan "Apapun" yang di-"Sentuh"-nya.
Sampai dengan saat ini, "Suara Rakyat" masih dalam proses perhitungan berjenjang mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sampai ujungnya berada di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Siapapun Capres dan Caleg yang terpilih secara resmi, kita harus hormati dan patuhi bersama, Sami'na wa Ato'na. Pun jika Pak Anies belum bisa memimpin negara ini, beliau tetap akan menjadi people's champion di hati Saya, di hati Ummu Fatahillah serta di hati orang-orang yang mengharapkan Indonesia berubah ke arah yang lebih baik.
Man Jadda, Wa Jadda; barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil. Sebuah pepatah arab yang perlu kita tancapkan dalam sanubari kita. Magic words yang harus dipacu ketika letih dalam menjalani aktivitas yang sedang kita jalani. Kesuksesan bukan milik orang yang berharta saja, kesuksesan dapat diraih oleh siapa saja, asalkan punya tekad yang kuat serta selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap lembar kehidupan.
Tidak masalah jika kita harus terbenturTidak perlu takut jika kita harus terbenturTidak perlu jadi pikiran jika kita harus terbenturkarena semua itu, akan membuat kita menjadi lebih terbentuk
Wallahu a'lam Bishshawabi...





MasyaAllaah, Abaaaa... Terharu Umma sampai senyum2 sendiri bacanya. So proud of u, Aba! Haturnuhun sudah menulis ini yg akan menjadi kenangan buat masa depan nanti. Haturnuhun sdh menjadi suami dan Ayah yang baik buat kitaaaa~ semoga Allah ridha pada Aba selalu, ya. Aamiin 😇
ReplyDeleteAmiin, ummi.
DeleteSemoga ini menjadi jejak digital kita untuk Fatahillah, ya Mi.